Pengertian Metode RCM
Pengertian Metode RCM dalam Sistem Perawatan
Sejarah RCM
RCM berawal dari kegiatan sekelompok
perusahaan pesawat terbang Amerika Serikat yang terdiri dari : Boeing, United
Airlines, dan Federal Aviation Authority, yang membentuk kelompok kerja MSG 1
(Maintenance Steering Group-1). Kelompok ini bertugas untuk menentukan prosedur
perawatan yang tepat untuk pesawat Boeing 747 dan Lockhead, sehingga dapat
mengurangi down time (waktu menganggur) karena perawatan pesawat, mengurangi
biaya perawatan, serta untuk meningkatkan keselamatan penerbangan (Kurniawan,
2013).
Pengertian
Reliability Centered Maintenance
(RCM) pada dasarnya menggabungkan beberapa teknik manajemen resiko dan alat
yang sudah diketahui secara baik, seperti Failure Mode dan Effect Analysis
(FMEA) dan decision tree, dalam sebuah pendekatan sistematis untuk mendukung
keputusan perawatan yang efektif dan efisien.
Reliability Centered Maintenance (RCM)
adalah proses yang digunakan untuk menentukan pendekatan paling efektif pada
perawatan. RCM menggunakan tindakan identifikasi yang bila dilakukan akan
mengurangi kemungkinan dari kegagalan dan dimana paling efektif biaya. Strategi
perawatan ini tidak diaplikasikan secara independen, namun terintegrasi untuk
mencapai manfaat dari kekuatan respektifnya untuk mengoptimasi fasilitas dan
kemampuan operasi peralatan serta efisiensi saat menurunkan biaya life cycle.
Reliability Centered Maintenance
adalah sebuah proses yang digunakan untuk menentukan apa yang harus dilakukan
untuk memastikan bahwa semua aset fisik terus melakukan apa yang user ingin
dilakukan dalam kondisi operasinya saat ini. RCM berdasar pada paham bahwa
setiap aset digunakan untuk memenuhi fungsi atau fungsi spesifik, dan perawatan
itu berarti melakukan apapun yang perlu untuk memastikan bahwa aset terus
memenuhi fungsinya untuk kepuasan user.
RCM (Reliability Centered
Maintenance) adalah suatu proses analisis yang digunakan untuk menentukan
tindakan yang seharusnya dilakukan dalam menjamin suatu sistem agar dapat
berjalan dengan baik dan sesuai fungsi yang diinginkan (Fani, 2019).
Langkah Porses RCM
Berdasarkan RCM-Gateway to World Class Maintenance dalam (Erwin, 2017). Langkah – langkah yang diperlukan dalam proses RCM adalah sebagai berikut:
- Pemilihan Sistem dan Pengumpulan Informasi
- Mendefenisikan Batasan Sistem
- Mendeskripsikan Sistem dan Functional Diagram Block
- Penentuan Fungsi Sistem dan Kegagalan Fungsi
- Failure Mode and Effect Analysis
- Logic Tree Analysis
- Task Selection.
Pengolahan
Data Dengan Metode RCM:
Pemilihan
Sistem dan Pengumpulan Informasi Proses RCM
Pada
sistem yang akan dianalisis akan memperoleh informasi yang jelas dan detail
tentang fungsi dan kegagalan fungsi komponen.
Pendefinisian Batasan Sistem
Langkah
ini memerlukan definisi batas sistem yang lebih mendalam. Pendefinisian batas
sistem ini bertujuan untuk menghindari tumpang tindih antara satu sistem dengan
sistem lainnya.
Diagram Sistem dan Diagram Blok
Fungsi
Dalam tahap ini terdapat tiga informasi yang harus dikembangkan, yaitu
deskripsi sistem, blok diagram fungsi, dan system work breakdown structure
(SWBS).
Fungsi Sistem dan Kegagalan Fungsi
Pada
langkah ini, proses analisis dilakukan terhadap kegagalan fungsi, bukan kepada
kegagalan peralatan karena kegagalan komponen akan dibahas lebih lanjut di
tahapan berikutnya (FMEA). Biasanya kegagalan fungsi memiliki beberapa kondisi
yang menyebabkan kegagalan.
FMEA (Failure Mode and Effect Analysis)
FMEA
adalah metode yang bertujuan untuk menganalisis berbagai macam mode kegagalan
dari sistem yang terdiri dari beberapa komponen dan menganalisis pengaruh
terhadap fungsi sistem tersebut. Dalam FMEA juga dilakukan perhitungan nilai
Risk Priority Number (RPN) yang mengukur resiko bersifat relatif. RPN diperoleh
melalui hasil perkalian antara rating Severity, Occurrence dan Detection. RPN =
Severity x Occurrence x Detection
LTA (Logic Tree Analysis)
Penyusunan LTA bertujuan untuk menentukan prioritas pada tiap mode kerusakan dan melakukan tinjauan fungsi dan kegagalan fungsi, sehingga status mode kerusakan tidak sama. Analisis pada LTA menggolongkan setiap mode kerusakan kedalam empat kategori. Empat hal dalam analisis kekritisan adalah sebagai berikut:
- Evident, yaitu apakah operator mengetahui dalam kondisi normal, telah terjadi gangguan dalam sistem?
- Safety, yaitu apakah mode kegagalan menyebabkan masalah keselamatan
- Outage, yaitu apakah mode kerusakan mengakibatkan seluruh atau sebagaian mesin berhenti?
- Category, yaitu pengkategorian setelah menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan.
· Kategori
A (Safety problem), apabila kegagalan komponen mengakibatkan masalah
keselamatan karyawan.
· Kategori
B (Outage problem), apabila kegagalan komponen mengakibatkan seluruh atau
sebagian mesin berhenti.
· Kategori
C (Economic problem), apabila kegagalan komponen mengakibatkan masalah ekonomi
perusahaan.
· Kategori
D (Hidden failure), apabila karyawan tidak mengetahui telah terjadinya
kegagalan komponen dalam kondisi normal.
Pemilihan Tindakan
Proses ini akan
menentukan tindakan yang tepat untuk setiap mode kerusakan tertentu. Tindakan
perawatan terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
· Condition
Directed (C.D) Tindakan yang bertujuan untuk mendeteksi kerusakan dengan
dilakukan visual inspection, memeriksa alat, serta mengecek data yang ada.
Apabila dalam pendeteksian ditemukan gejala-gejala kerusakan peralatan, maka
dilakukan perbaikan atau penggantian komponen.
· Time
Directed (T.D) Tindakan yang bertujuan untuk melakukan pencegahan langsung
terhadap sumber kerusakan berdasar pada waktu atau umur komponen.
· Finding
Failure (F.F) Tindakan yang bertujuan untuk menemukan kerusakan yang tidak
terdeteksi dengan melakukan pengecekan secara berkala.
Simpulan
Jadi Reliability Centered
Maintenance (RCM) merupakan suatu metode perawatan yang memanfaatkan informasi
yang berkenaan dengan keandalan suatu fasilitas, untuk memperoleh strategi
perawatan yang efektif, efisien dan mudah untuk dilaksanakan. Melalui
penggunaan RCM, dapat diperoleh informasi apa saja yang harus dilakukan untuk
menjamin mesin/peralatan dapat terus beroperasi dengan baik. Selain itu juga
ada yang mendefinisikan Reliability Centered Maintenance (RCM) adalah suatu
metode yang digunakan untuk mengembangkan dan memilih alternatif desain.
Daftar Pustaka
Kurniawan, F.,
2013, Teknik dan Aplikasi Manajemen Perawatan Industri, Graha Ilmu Jakarta
Erwin N. 2017.
Penerapan Metode Reliability Centered Maintenance Menggunakan Software SPSS
Pada Sistem Pendingin Generator Mitsubishi Kapasitas 62500 kVA (Studi Kasus Di
PT. Toba Pulp Lestari, Tbk). Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara,
Medan.
Fani W. R. 2016.
Implementasi Reliability Centered Maintenance (RCM) Pada Proses Gas Kriogenik.
Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.