Pengertian Manajemen Perawatan
Pengertian Manajemen Perawatan
Di
dalam dunia industri, produk merupakan hasil utama dari suatu proses produksi
yang membentuk suatu sistem proses produksi. Sistem proses produksi terdiri
dari input, proses operasi, dan output. Agar suatu sistem proses produksi dapat
terus berjalan, maka dibutuhkan kegiatan-kegiatan pemeliharaan atau
perawatan (maintenance) terhadap
peralatan dan mesin-mesin produksi.
Mesin-mesin
produksi yang sudah tua adalah salah satu penyebab utama tingginya downtime.
Tingginya downtime pada mesin merupakan masalah yang rata-rata dihadapi
perusahaan sekarang ini. Kondisi ini tentu akan mengakibatkan proses produksi
pada perusahaan menjadi tidak efisien. Hal ini dapat dicapai dengan cara
mengurangi kemacetan atau kendala sekecil mungkin, sehingga sistem dapat
bekerja secara efisien.
Namun
apabila perawatan dilakukan dengan menyeluruh dan teratur maka akan berguna
untuk menjamin kontinuitas proses produksi dan umur dari fasilitas produksi
itu. Namun seringkali yang terjadi adalah kelalaian dan perawatan baru diingat
apabila kerusakan telah terjadi dalam sistem produksi yang menyebabkan
penambahan biaya perawatan
Perawatan merupakan suatu kegiatan untuk
memelihara atau menjaga fasilitas, mesin dan peralatan pabrik dan mengadakan
perbaikan atau penyesuaian atau penggantian yang diperlukan agar terdapat suatu
keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Adapun menurut beberapa ahli menyatakan mengenai perawatan diartikan sebagai berikut :
Menurut Assauri (1993)
Perawatan diartikan sebagai suatu kegiatan pemeliharaan fasilitas pabrik serta mengadakan perbaikan, penyesuaian atau penggantian yang diperlukan agar suatu keadaan operasi produksi sesuai dengan yang direncanakan.
Menurut Corder (1992)
Perawatan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang dalam atau memperbaikinya sampai suatu kondisi yang bisa diterima.
Sejarah singkat sistem Perawatan
Berikut adalah gambaran revolusi system perawatan dari waktu ke waktu :
| History Maintenance |
Banyak yang telah terjadi dalam praktik manufaktur dan
pemeliharaan sejka revolusi industri, tetapi evolusi pemeliharaan yang paling
penting telah terjadi dalam 50 tahun kebelakang. Dalam perubahan tersebut
mempengaruhi baguamna pabrik industry dipertahankan. Sebelum perang dunia
kedua, mesin pada umumnya besar, kasar dan berjalan relative lambat, degan
system control dasar dan instrumentasi. Pada titik ini sejarah pemeliharaan
tuntutan produksi tidak separah masa kini, sehingga waktu henti tidak menjadi
masalah yang kritis. Ketika downtime benar-benar terjadi, hal itu ditangani
akan tetapi secara umum mesin dapat diandalkan. Di beberapa pabrik yang lebih
tua, meisn yang diproduksi pada periode itu masih sama bagusnya dengan hari
pembuataannya.
Setelah perang dunia kedua pembangunan industry Kembali berdiri. Pasar yang jauh lebiih kompetitif berkembang, memaksa produsen untuk meningkatkan produksi. Pekerjaan mesin yang berlebihan menyabakna peningkatan waktu henti dan kenaikan biaya untuk memperbaiki mesin. Peningktan produksi ini menuntut praktik pemeliharaan yang lebih baik, yang mengarah pada langkah kunci dalam evolusi standar industri manufaktur. Sejak 1980-an pabrik dan sistem menjadi lebih kompleks. Tuntutan pasar yang kompetitif dan intoleransi menyebabkan kesadaran baru akan proses kegagalan, Teknik menajemen yang lebih baik dan pemahanan mengenai teknologi mesin yang lebih luas mengenai kesehatan mesin serta komponen yang lebih dijaga. Pemahaman resiko menjadi penting, masalah lingkungan dan keselamatan menjadi penting. |