Pengertian Persediaan Bahan Baku
Persediaan bahan baku atau raw material adalah total biaya dari semua bahan baku yang dimiliki akan tetapi belum digunakan dalam produksi. Adapun menurut Rangkuti (2007) menyatakan bahwa persediaan adalah bahan-bahan, bagian yang disediakan, dan bahan-bahan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi, serta barang-barang jadi atau produk yang disediakan untuk memenuhi permintaan dari konsumen atau pelanggan setiap waktu. Setiap perusahaan, apakah perusahaan itu perusahaan jasa ataupun perusahaan manufaktur, selalu memerlukan persediaan. Menurut Haryono (2005) persediaan barang dagang merupakan elemen aktiva yang sangat aktif dalam operasi perusahaan-perusahaan dagang, karena pembelian dan penjualan barang dagangan merupakan aktivitas atau transaksi yang paling sering terjadi. Persediaan barang dagangan pada umumnya dinilai pada harga terendah antara harga perolehan dan harga pasar atau nilai yang diharapkan.
Selanjutnya menurut Assauri (1993) persediaan adalah suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha yang normal, atau persediaan barangbarang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaanya dalam suatu proses produksi. Persediaan merupakan hal yang penting bagi sebuah perusahaan, namun hal ini tidak menjadikan perusahaan untuk memiliki persediaan yang sebanyak-banyaknya. Memiliki persediaan yang banyak memang memperkecil kemungkinan perusahaan tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Menyimpan persediaan yang banyak juga memiliki kerugian, yaitu terlalu besarnya investasi pada persediaan, kemudian meningkatnya kemungkinan barang-barang yang rusak. Perlunya pengendalian persediaan yang baik dan efisien sangatlah penting untuk mengurangi dampak buruk dari hal tersebut.
Dalam
persediaan meliputi barang yang dibeli dan disimpan untuk dijual kembali dan
merupakan suatu model yang umum digunakan untuk menyelesaikan masalah terkait
dengan usaha pengendalian bahan baku maupun barang jadi dalam suatu aktivitas
perusahaan yang memiliki ciri khas meminimasi biaya dalam persediaan. Secara
teknis persediaan adalah suatu teknik yang berkaitan dengan penetapan terhadap
besarnya persediaan bahan yang harus diadakan untuk menjamin kelancaran dalam
kegiatan operasi produksi, serta menetapkan jadwal pengadaan dan jumlah
pemesanan barang yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan. Penetapan jadwal
dan jumlah pemesanan yang harus dipesan merupakan pernytaan dasar yang harus
terjawab dalam pengendalian persediaan.
Pengendalian
pengadaan persediaan perlu diperhatikan karena berkaitan dengan biaya yang
harus ditanggung perusahaan sebagi akibat adanya persediaan. Oleh sebab itu,
persediaan yang ada harus seimbang dengan kebutuhan, karena persediaan yang
telalu banyak akan mengakibatkan perusahaan menanggung resiko kerusakan dan
biaya penyimpanan yang tinggi di samping biaya investasi yang besar. Akan
tetapi jika terjadi kekurangan persediaan akan berakibat terganggunya
kelancaran dalam proses produksi. Oleh karenanya diharapkan terjadi
keseimbangan dalam pengadaan persediaan sehingga biaya dapat ditekan seminimal
mungkin dan dapat memperlancar jalannya proses produksi.